Kopi di Indonesia


 Kopi merupakan minuman yang banyak digemari oleh berbagai kalangan karena banyaknya variasi olahannya. Sejarah kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia pada 5 masehi. Kopi masuk di Indonesia pada abad ke 16 akhir dibawa oleh VOC, yang kemudian dijadikan salah satu tanaman pada politik tanam paksa. 

Saat ini Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar ke 4 di dunia. Indonesia memiliki 7 jenis kopi terbaik yang sudah diakui dikanca international. Ketujuh jenis kopi tersebut yaitu:

  • Arabika Gayo Aceh
  • Liberika Rangsang Meranti
  • Robusta Temanggung
  • Arabika Jawa Ijen Raung
  • Arabika Kintamani
  • Arabika Toraja
  • Arabika Flores Bajawa
Secara umum, ada 3 jenis kopi yang dapat hidup di Indonesia. Ketiga jenis kopi tersebut adalah jenis Robusta, Arabika, dan Liberika. 

Dalam setahun, kopi dapat dipanen hingga 3 kali, dengan masa pertumbuh kembangan 4 sampai 6 bulan. Setelah dipetik, kopi perlu melalui beberapa proses pengolahan sebelum dipasarkan. Urutan proses paska panen kopi yaitu:
  • Pemetikan, dalam pemetikan penting untuk memilih kopi ceri yang sudah berwarna merah saja agar kualitasnya terjaga. 
  • Pengupasan, proses pengupasan atau pulling melalui tahap penimbangan, perambangan, pengupasan, dan pencucian. 
  • Tahap ketiga pada  proses pengolahan kopi yaitu tahap fermentasi, kopi perlu difermentasi untuk mengeluarkan rasa dan aroma yang lebih kuat. 
  • Tahap selanjutnya yaitu penjemuran, kopi perlu dijemur hingga setidaknya 1 bulan hingga menghasilkan green bean. 
  • Hulling, merupakan proses ke lima dalam proses pengolahan paska panen, hulling merupakan proses pengupasan kulit tanduk yang ada pada green bean kopi. 
  • Proses terakhir yaitu roasting, roasting adalah proses dimana biji kopi akan disangrai hingga menjadi hitam dan kadar airnya sangat sedikit. 
Itu merupakan proses paska panen pada biji kopi, selanjutnya kopi dapat dihaluskan dan diolah sesuai kreasi yang diinginkan seperti espresso, cappuccino, Mocachino, dan sebagainya. 

Komentar